Rabu, 17 Agustus 2011

Makna Kemerdekaan Republik Indonesia


Upacara Bendera 17 Agustus, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, detik-detik Proklamasi, gelora salam Merdeka, derap langkah nasionalisme, renungan jasa para pahlawan, tabur bunga di makam pahlawan, berkobarnya semangat persatuan, panjat pinang, lomba makan kerupuk, dangdutan, perlombaan olah raga, serta berbagai kegiatan mengisi hari kemerdekaan, dan...dst...dst.
Seharian saya berkeliling Ibukota Jakarta memperhatikan perilaku berbagai kalangan masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 62 ini. Semangat itu masih terasa, gelora untuk memajukan Indonesia Raya masih ada, kepedihan menahan beban ekonomi sedikit dilupakan untuk meramaikan Pesta Kemerdekaan Indonesia dalam kesederhanaan. Rasa malu sebagai akibat dari arah Indonesia yang tidak jelas sedikit terlupakan manakala menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Keanekaragaman Hayati Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus merupakankawasan hutan alami yang tersisa di Propinsi Kalimantan selatan, terbentang dari arah tenggara sampai Utara berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur.
Pegunungan Meratus berupa daerah yang berbukit-bukit dengan berbagai formasi ekosistem, sebagian besar kawasannya masih ditutupi oleh hutan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang didominasi oleh formasi hutan dipterocarpaceae dan hutan hujan pegunungan. Secara administratif, kawasan ini mencakup 10 dari 13Kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu: Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru, sebagian yang lain termasuk wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Semua wilayah adminsitratif tersebut sangat bergantung kepada kondisi kesehatan kawasan pegunungan Meratus, diantaranya sebagai daerah tangkapan air yang vital untuk pertanian, industri, sumber energi, sumber air minumdan kebutuhan domestik lainnya.

Menyelamatkan Pegunungan Meratus

Berdasarkan ketinggiannya dari permukaan laut sebagian besar kelompok hutan lindung Pegunungan Meratus dapat dikelompokan sebagai hutan Pegunungan Bawah (lower Montane Tropical Forest). Berdasarkan hasil survey mikro pada tahun 1984 (Badan Intag, 1984) jenis-jenis pohon yang dominan adalah : Meranti Putih (Shorea spp), Meranti Merah (Shorea spp), Agathis (Agathis spp), Kanari (Canarium dan Diculatum BI), Nyatoh (Palaquium spp), Medang (Litsea sp), Durian (durio sp) Gerunggang (Crotoxylon arborescen BI), Kempas (Koompassia sp), Belatung (Quercus sp).Sebagian besar jenis tersebut dilindungi oleh undang undang (SK Mentan No. 54/kpts/Um/21972 dan SK Menhut No. 261/Kpts-II/1990), seperti Anggrek Alam, menggeris (Koompasia malaccencis), berbagai jenis damar (Shorea spp) dan sulangai (Canarium apertum) dan tengkawang (Shorea stenoptera).
Selain kekayaan flora, kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. Tercatat sedikitnya97 jenis satwa yang menghuni kawasan ini. 38 jenis diantaranya adalah merupakan jenis yang dilindungi, mereka adalah 17 jenis mamalia, 20 jenis burung dan 1 jenis reptil. Menurut Red data Book IUCN tahun 1990 terdapat 3 jenis satwa yang statusnya secara global dalam ststus terancam punah dikawasan ini, yaitu macan dahan (Neofelis nebulosa), ayam hutan (Lophura ignita) dan cukias (Lophura bulweri). Beberapa satwa liar endemik Kalimantan yang terdapat dikawasan ini adalah Owa owa (Hylobates muellery), hirangan (Presbytis frontata) dan miya/kilahi (Presbytis rubicunda)

Detik - Detik Menjelang Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaanya.